Sudahlah Ngga Usah Alasan Pake Kangen

brb…setelah bikin tulisan tentang domain free dan cara register domain harga murah tetiba kangen euy sama yang namanya naik gunung lagi. Emang terakhir sih kemarin sebelum puasaan, waktu itu ke gunung semeru. Catatan tentang perjalanan ini pun sudah tertulis disini sih.

 

*langsung buka archive Video Whatsapp

play.. langsung disambut lagu dari Fourtwnty – Puisi Alam

Jadi sewaktu di semeru itu aku ngerasain hal yang beda dari pendakian sebelumnya, rasanya pendakian kesini ini lebih nyaman. Padahal sama saja lo beratnya, jauh track nya dan panas (untuk ada semangka). Sewaktu perjalanan ke semeru ini rasanya lebih banyak diam nya dibanding pendakian di gunung lain. Serasa setiap jejak langkah yang terlangkah itu seperti ada perenungan gitu.

Apa iya karena ini setelah baca-baca tentang sejarah, mitos dan apapun yang terkait semeru. Suku Tengger yang mendiami kawasan Bromo Tengger Semeru sendiri seperti memiliki daya magis sendiri. Khas orang pegunungan yang ramah, tapi ada sedikit berbeda dengan mereka yang hidup di semeru. Saya ngga bisa gambarin, cuman yang pasti serasa tenang banget disana.

Perjalanan ke Semeru kemarin sebenarnya berasa kurang lengkap, ada beberapa anggota saudara pendaki saya yang tidak dapat ikut. Seandainya mereka ikut, perjalanan pasti akan terasa bertambah hebat.

Dalam perjalanan kemarin pun, entah kenapa saya lebih suka berjalan sendiri. Pagi hari pun seperti itu, ke oro-oro ombo berangkat sendiri paling pagi. Padahal yang lain masih asyik melihat sunrise di balik bukit cinta di ujung ranu kumbolo. Saya juga berjalan sendiri mengelilingi punggung-an ranu kumbolo, melihat rakum dari banyak sisi yang berbeda. Dan melihat tempat peribadatan umat hindu di pinggiran ranu kumbolo.

Sebenarnya apasih inti dari tulisan ini, sepertinya inti nya adalah saya sedang rindu melakukan perjalanan dengan mereka. Berjalanan menaiki punggungan gunung hingga ke puncak, makan mie instan yang ternyata kuah nya lebih enak daripada warkop, main kartu rame-rame, atau lomba-lombaan ambil foto paling best lah.

Selebihnya tidak ada lagi yang spesial, hanya kalian yang spesial dan sangat pas di hati untuk berjalan bersama memangku keril. Udah ah saya ngga mau alasan pake kata kangen, yang jelas rindu banget ingin menanjak bersama lagi.

-sampai bertemu kembali 🙂

**catatan lengkap detail perjalanan baca disini ya –> blog hafizh

soe hok gie

aku terhenyak ketika aku membaca bait-bait puisi soe hok gie,serasa menemukan ssesuatu rasa yang sama yang ada di dalam jiwa ini. ini beberapa bait puisi GIE :

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa

Pada suatu ketika yang telah  lama kita ketahui

Apakah kau masih selembut dahulu


Berbahagialah dalam ketiadaanmu

Memintaku minum susu dan tidur yang lelap

Sambil membenarkan letak leher kemejaku

Kabut tipis pun turun pelan pelan di lembah kasih, lembah mandalawangi

Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan hutan yang menjadi suram

Meresapi belaian angin yang menjadi dingin

Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu

Ketika ku dekap kau dekap lah lebih mesra lebih dekat

Apakah kau masih akan berkata, ku dengar degap jantungmu

Kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam cinta